Posted by: yustinasusi | April 8, 2008

Jadilah Seperti yang Kau Inginkan

Hari ini saya agak tidak mood untuk mengajar, menghadapi siswa yang biasanya manis di mata saya dan menyenangkan. Ini memang bukan yang pertama, tetapi jarang terjadi. Pelajaran sosiologi lho …. bisa membosankan atau bisa menyenangkan. Bukan berarti saya bosan dengan profesi yang sudah jadi pilihan saya ini. Tetapi karena rancangan belajar mengajar saya jadi kacau balau kalau hati diliputi emosi negatif : keterlambatan siswa masuk kelas sehingga mengurangi waktu KBM, ketidakpuasan dengan atensi siswa, kelas yang kurang mampu terkontrol (gara-gara habis pelajaran olah raga), anak sibuk kipas-kipas dengan makalah yang seharusnya dipresentasikan (padahal ruangan sudah ber-AC). Semua bisa menjadi kambing hitam untuk menjadi sasaran emosi yang negatif.

Pada saat sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi, kecenderungan untuk menolaknya lebih besar. Kita cenderung mencari siapa yang salah … apa yang salah. Bukan berfokus pada “bagaimana cara saya mengatasi masalah ini.” Kadang saya pun terlambat menyadari. Rasa tidak puas karena harapan kita jauh dari kenyataan memang sungguh menyakitkan hati, sehingga hal-hal positif yang sering didengar, dibaca dan dipikirkan pun terlambat muncul di permukaan.

Hukum 10 detik yang pernah saya baca akhirnya berguna : apabila Anda merasa marah, tahan 10 detik sebelum Anda mulai berbicara. Saya mulai meneliti akar permasalahan ini : Sejak kapan emosi negatif mulai muncul? Bagaimana saya bisa membiarkannya menguasai saya ? Apa yang dapat saya lakukan untuk menemukan jalan keluarnya ?

Dalam buku Change your questions … dituliskan bahwa yang perlu diubah adalah pertanyaan-pertanyaan kita agar mampu memberi peluang kepada kita untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Tidak mudah memang untuk mengubah kebiasaan lama kita. Tetapi dengan berlatih, saya yakin kita mampu melakukan yang lebih baik, seperti yang kita inginkan.


Leave a response

Your response:

Categories