<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yustinasusi's Weblog &#187; My story</title>
	<atom:link href="http://yustinasusi.wordpress.com/category/my-story/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yustinasusi.wordpress.com</link>
	<description>Life is Beautiful</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 03:36:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yustinasusi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9a3be15843f7656d0dbc54e8212737a2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yustinasusi's Weblog &#187; My story</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yustinasusi.wordpress.com/osd.xml" title="Yustinasusi&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Beli di Abang-abang</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/09/18/beli-di-abang-abang/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/09/18/beli-di-abang-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 05:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[My story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[
Punya anak satu sering tak tahan godaan untuk membeli sesuatu, dalam rangka oleh-oleh, hadiah, karena kesukaan anak, untuk &#8220;menyuap&#8221; agar tak marah, atau ibunya sendiri yang pingin beli-beli.
Salah satu benda milik Derick yang sering rusak (tidak pernah hilang) adalah sandal jepit (untuk seterusnya disebut sandal, karena tidak ada yang lain). Jika ia punya lebih dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=31&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/09/img_2123.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-32" title="img_2123" src="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/09/img_2123.jpg?w=220&#038;h=174" alt="" width="220" height="174" /></a></p>
<p>Punya anak satu sering tak tahan godaan untuk membeli sesuatu, dalam rangka oleh-oleh, hadiah, karena kesukaan anak, untuk &#8220;menyuap&#8221; agar tak marah, atau ibunya sendiri yang pingin beli-beli.</p>
<p>Salah satu benda milik Derick yang sering rusak (tidak pernah hilang) adalah sandal jepit (untuk seterusnya disebut sandal, karena tidak ada yang lain). Jika ia punya lebih dari satu sandal, maka sandal yang ia sukailah yang terus dipakai, hingga sandal yang di-anaktiri-kan meski masih baru (atau tampak baru) jadi kotor berdebu di rak sepatu, atau di teras, atau bahkan di samping rumah dekat kumpulan pot bunga.</p>
<p><a href="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/09/img_2123.jpg"><span id="more-31"></span></a>Pernah sandal favoritnya jatuh ke dalam got. Ia ngotot minta diambilkan. Karena melihat perilaku orang dewasa mengambil sandal yang jatuh ke dalam got menggunakan cara yang sama, yaitu menggunakan pengki, maka akhirnya ia memiliki inisiatif sendiri agar tidak merepotkan orang lain, apalagi agar tidak diomeli atau dimarahi, ia gunakan pengki tersebut untuk mengambil apa saja harta miliknya yang masuk ke dalam got : bola, mainan, daun, dan tentu saja sandalnya sendiri.</p>
<p>Sandal Derick rusak pada umumnya karena ia gunakan untuk mengerem sepeda. Ia mahir mengendarai sepeda roda 2 sejak umur 3 tahun. Tetapi rem selalu rusak karena ia memarkir sepedanya dengan cara di banting. Hasilnya sandal mulai yang harganya 3 ribu rupiah sampai 45 ribu rupiah nasibnya akan berakhir sama.</p>
<p>Suatu saat ia nekad naik sepeda dari atas tanjakan jalan. Karena jalannya turun, maka makin lama kecepatan sepeda bertambah. Untuk mengendalikan sepeda, Derick tetap menggunakan cara tradisional, yaitu rem pakai kaki. Karena sandalnya sudah aus bagian depan, akhirnya jempol pun jadi korban. Terpaksa ia meringis kesakitan, tidak mau nangis karena takut diobati.</p>
<p>Terakhir sandal Derick lepas talinya. Karena hanya punya satu, akhirnya saya mencegat abang-abang yang sering lewat depan rumah untuk membeli sandal pengganti, meski saya tahu pasti tak awet usianya, sehubungan dengan hobinya yang menggunakan sandal sebagai rem sepeda. Melihat Derick menerima sandal itu, saya lega. Untung tidak minta sandal dengan gambar favoritnya : Spiderman. Karena itu pasti harus ke mall atau ke swalayan. Gak mungkin dong bagi saya, &#8230; ke swalayan atau ke mall hanya untuk beli sandal saja. Soalnya lumayan jauh dan males &#8230;</p>
<p>Derick punya sahabat kecil depan rumah, gadis cantik yang usianya sebaya. Tita namanya. Tita memang sering ke mall, dan mengkoleksi sandal. Bagi anak cewek, banyak pilihan model dan warna. Dan Tita menyukai semuanya, tidak pilih-pilih seperti Derick.</p>
<p>Suatu sore, sesudah membelikan sandal Derick di abang-abang, saya lihat sandalnya baru. &#8220;Tita sandalnya baru, ya !!&#8221; tegur saya.</p>
<p>&#8220;Iya! Bagus ya, Budhe ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagus sekali. Beli di mana ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Di mall,&#8221; jawabnya ceria. &#8220;Derick sandalnya baru juga ya ?&#8221; lanjutnya pada Derick, yang ada di samping saya.</p>
<p>&#8220;Iya, dong !&#8221;</p>
<p>&#8220;Beli di mana ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Di abang-abang !&#8221; jawab Derick bangga.</p>
<p>Anak kecil memang tidak suka jaga gengsi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yustinasusi.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yustinasusi.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=31&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/09/18/beli-di-abang-abang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/09/img_2123.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_2123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAKIT MATA</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/06/02/sakit-mata/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/06/02/sakit-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[My story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Tiga minggu yang lalu keluarga kami mengalami musibah : sakit mata ! Duh, menyakitkan sekali. Sakit matanya sih &#8230;. ada obatnya. Tapi sakit karena hubungan sosial kita jadi terbatas itu yang membuat kita sakit : ibaratnya sakit mata turun ke hati.
Anak kami yang pertama kali terkena, karena ia memang punya teman dekat yang sedang sakit mata. Kemudian aku kena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=20&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tiga minggu yang lalu keluarga kami mengalami musibah : sakit mata ! Duh, menyakitkan sekali. Sakit matanya sih &#8230;. ada obatnya. Tapi sakit karena hubungan sosial kita jadi terbatas itu yang membuat kita sakit : ibaratnya sakit mata turun ke hati.</p>
<p><span id="more-20"></span>Anak kami yang pertama kali terkena, karena ia memang punya teman dekat yang sedang sakit mata. Kemudian aku kena giliran berikutnya. Pembantuku mendapatkan estafet kemudian, dan terakhir suamiku tercinta <em>ketiban bel</em> juga ! Sudahlah terpaksa setelah anakku dikarantina sehari, ibunya menyusul. Akhirnya 3 hari aku cuti kerja &#8230; dari pada teman-teman dan anak muridku terkena musibah yang sama.</p>
<p>Anakku berangsur-angsur pulih (dia hanya menanggung sakit 2 hari), namun tetap kami karantina, tidak boleh keluar rumah, karena pasti masih belum ada orang yang mau dekat-dekat. Kan kasihan anak yang masih kecil dijauhi teman-temannya. Padahal ia anak 4 tahun 5 bulan yang gaul, tidak suka main sendiri. Beruntung ia mau dinasehati, jangan keluar rumah karena sakit mata. a mau memahami ini. Yang menyakitkan, pada saat ada tetangga yang berniat datang ke rumah (dengan maksud mau pinjam tikar), baru sampai pagar depan rumah sudah diteriaki tetanggaku yang lain, &#8220;Bu &#8230; jangan ke situ ! Nanti ketularan!&#8221;</p>
<p>Kami yang ada di dalam rumah <em>cengengesan</em> mendengar peringatan tersebut. Anakku lah penghubung kami semua, ia mengeluarkan tikar dari dalam rumah. &#8220;Saya sudah sembuh, tapi belum boleh keluar,&#8221; katanya. Ia pula yang kami minta pergi ke warung : beli telur, kerupuk, bumbu masak. Untunglah warungnya dekat, selisih satu rumah. Beruntung persediaan sayuran kami cukup, jadi tidak kelaparan.</p>
<p>Setiap penyakit ada obatnya, begitu kata pepatah. Akhirnya masa karantina selesai, dan kami mulai bergabung dengan kelompok tetangga. Masih saja ada tetangga yang melengos ogah bertatap muka. Doa kami jangan sampai ada yang mengalami penderitaan seperti kami. Tapi jika kami menerima perlakuan yang kurang mengenakkan hati, kadang doa yang buruk justru malah terucap : mudah-mudahan ketularan.</p>
<p>Suamiku pun merasakan hal yang sama. Sabtu sore, kegiatan rutin di RT kami adalah main voli. Pada saat suamiku bergabung ikut main, ia merasa yang lain menjaga jarak, sedapat mungkit tidak kontak fisik dan kontak mata. Hahaha &#8230; . kasihan deh suamiku.</p>
<p>&#8220;Sedih juga ya, bu. Kita jadi gak bisa ke mana-mana,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutku, kami harus refleksi. Justru dengan mengalami sakit ini, kita yang setiap hari menghadapi rutinitas kerja, bertemu dengan orang banyak, membuat kita kurang merenung, koreksi diri, mengingat-ingat hal-hal dan kesalahan yang sudah kita lakukan, dan menyusun strategi untuk memperbaikinya. Karena kita tidak bertemu orang lain, pikiran kita tidak tercampur dengan opini orang lain, membuat kita lebih fokus pada perencanaan masa depan, baik jangka panjang maupun pendek.</p>
<p>Manfaat positifnya, aku dan suami bisa punya waktu untuk ngobrol. Karena <em>&#8220;libur&#8221;</em> yang sekarang jelas beda dengan libur week end. Kita terpaksa di rumah, hanya berkomunikasi dengan orang serumah saja. Waktu libur biasa kita habiskan dengan berbagai kegiatan di luar rumah. <em>&#8220;Libur&#8221;</em> kali ini benar-benar efektif : mengoptimalkan waktu bersama anak dan meningkatkan kualitas hubungan antaranggota keluarga.</p>
<p>Sakit yang bermanfaat. </p>
<p>    </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yustinasusi.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yustinasusi.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=20&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/06/02/sakit-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Sangka</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/04/16/salah-sangka/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/04/16/salah-sangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 06:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[My story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu hal yang menyentuh setiap ingat peristiwa ini. Pada saat aku mengikuti program KKN di salah satu desa di daerah Gunung Kidul, suatu hari aku menyempatkan diri pulang ke rumah. Dengan penuh suka cita aku naik bis jurusan Yogya.
Sumpah aku jarang-jarang naik kendaraan umum. Maka sikap curiga, phobia karena sering membaca kasus-kasus kriminal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=13&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/05/images2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-19" src="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/05/images2.jpg?w=120&#038;h=101" alt="" width="120" height="101" /></a>Ada satu hal yang menyentuh setiap ingat peristiwa ini. Pada saat aku mengikuti program KKN di salah satu desa di daerah Gunung Kidul, suatu hari aku menyempatkan diri pulang ke rumah. Dengan penuh suka cita aku naik bis jurusan Yogya.<span id="more-13"></span></p>
<p>Sumpah aku jarang-jarang naik kendaraan umum. Maka sikap curiga, phobia karena sering membaca kasus-kasus kriminal yang terjadi di kendaraan umum membuat aku siaga dan pasang antena &#8230;. siapa tahu menangkap sinyal tanda-tanda akan terjadi peristiwa kejahatan.</p>
<p>Kebetulan aku tidak dapat tempat duduk. Capek juga berdiri, sementara bis berbelok-belok menuruni bukit. Di bagian depan seorang ibu memangku anak perempuannya yang terlelap, tidak peduli akan goncangan yang ditimbulkan oleh bis. Di dekat jendela tampak seorang gadis -sepertinya mau berangkat kuliah- memeluk erat tas yang berada di pangkuannya. Beberapa orang pemuda berpakaian rapi sedang ngobrol seru, sambil sesekali tertawa. Yang lain tertidur atau pura-pura tidur, karena siang semakin pengap dalam bis tanpa AC. Di mana kepedulian sosial para pemuda ini, melihat beberapa orang wanita, termasuk aku, berdiri bergelantungan di samping mereka.</p>
<p>Mataku tertuju pada seorang pemuda yang terlihat mencurigakan. Sesekali tengok kanan kiri. Menegakkan tubuh, memandang jauh ke depan. Kuperhatikan penampilannya : rambut ikal acak-acakan, memakai celana pendek (mungking dari celana panjan jeans yang dipotong sebatas lutut), dan hanya pakai rompi jeans yang lusuh. Di lengan kanan beberapa tato dengan gambar aneh &#8230;. tampaknya memang orang aneh. Aku langsung waspada terhadap orang ini. Jangan-jangan ia punya niat yang tidak baik.</p>
<p>Tiba-tiba saja orang itu berdiri dan menatap ke arahku.</p>
<p>&#8220;Silahkan, mbak !&#8221; katanya sambil menunjuk bekas tempat duduknya.</p>
<p>Sesaat aku kaget, &#8220;Makasih&#8221; jawabku. Dalam hatiku, aku masih mencurigai niatnya. Tak urung aku duduk juga di tempat kosong itu.</p>
<p>Orang itu masih berdiri di sampingku. Rasa kantuk yang tadi mulai menyerang mendadak hilang. Aku takut akan terjadi sesuatu, maka aku duduk tegak, waspada, dengan memeluk tasku, sementara kaki sedikit keluar siap-siap mengirimkan tendangan apabila orang itu berbuat nekad.</p>
<p>Beberapa lama kemudian orang itu bergerak maju, &#8220;Nyuwun sewu bu, kula badhe mandhap mriki.&#8221; katanya dengan bahasa Jawa halus, permisi mumpang lewat pada seorang ibu di depannya. Akhirnya ia turun dari bis.</p>
<p>Rupanya orang yang kukira preman yang mau nyopet itu lebih punya jiwa sosial dari pada para pemuda berpakaian rapi tadi. Ternyata aku salah sangka.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yustinasusi.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yustinasusi.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&blog=3185377&post=13&subd=yustinasusi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2008/04/16/salah-sangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yustinasusi.files.wordpress.com/2008/05/images2.jpg?w=120" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>