<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yustinasusi</title>
	<atom:link href="http://yustinasusi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yustinasusi.wordpress.com</link>
	<description>Life is Beautiful</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Nov 2011 03:52:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yustinasusi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yustinasusi</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yustinasusi.wordpress.com/osd.xml" title="Yustinasusi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yustinasusi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NORMA SOSIAL</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/11/12/norma-sosial/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/11/12/norma-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 03:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu.  Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Norma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=98&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu.</div>
<div></div>
<div>Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat <span style="text-decoration:underline;">memaksa</span> individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk.</div>
<div>Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.</div>
<div>Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman.</div>
<div>Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan.</div>
<p>Tingkatan Norma Sosial</p>
<div>1. Cara (Usage)</div>
<div>Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus.</div>
<div>Contoh: cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan.</div>
<p>2. Kebiasaan (Folkways)</p>
<div>lMerupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar.</div>
<p>Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta.</p>
<p>3. Tata Kelakuan (Mores)</p>
<div>lMerupakan sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya.</div>
<div>lContoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan,  atau menikahi saudara kandung.</div>
<p>4. Adat Istiadat (Custom)</p>
<div>lKumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.</div>
<div>lMisalnya orang yang melanggar hukum adat akan dibuang dan diasingkan ke daerah lain.</div>
<p>5. Norma Hukum</p>
<div>lNorma Hukum adalah norma yang memiliki sanksi paling tegas dalam masyarakat.</div>
<div>lSanksi terhadap pelanggarannya adalah denda, penyitaan, penjara, dan hukuman mati.</div>
<div>Macam norma sosial</div>
<div>1) NORMA AGAMA</div>
<div>uNorma agama merupakan norma dari Tuhan, yang pelanggarannya disebut dosa.</div>
<div>uSifatnya mutlak dan tidak bisa berubah-ubah, karena ukurannya berasal dari Tuhan.</div>
<div>2) NORMA KESUSILAAN</div>
<div>lNorma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan  akhlak sehingga seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan apa pula yang dianggap buruk.</div>
<div>lPelanggaran terhadap norma ini berakibat sanksi pengucilan secara fisik (dipenjara, diusir) ataupun batin (dijauhi).</div>
<div>3) NORMA KESOPANAN</div>
<div>lNorma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.</div>
<div>lPelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan celaan, kritik, dan lain-lain tergantung pada tingkat pelanggaran.</div>
<div>4) NORMA HUKUM</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=98&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/11/12/norma-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NILAI SOSIAL</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/10/24/nilai-sosial/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/10/24/nilai-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 02:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/2011/10/24/nilai-sosial/</guid>
		<description><![CDATA[NILAI SOSIAL Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk , indah atau tidak indah , dan benar atau salah . Pengertian Nilai Sosial Menurut para Ahli Kimball Young Nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=93&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NILAI SOSIAL<br />
Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk , indah atau tidak indah , dan benar atau salah .</p>
<p>Pengertian Nilai Sosial Menurut para Ahli<br />
Kimball Young<br />
Nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.</p>
<p>A.W.Green<br />
Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.</p>
<p>Woods<br />
Nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari</p>
<p>M.Z.Lawang<br />
Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang pantas,berharga,dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.</p>
<p>Soerjono Soekanto<br />
Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia tentang apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk</p>
<p>CIRI-CIRI NILAI SOSIAL<br />
1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat<br />
2. Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).<br />
3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)<br />
4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.<br />
5. Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.<br />
6. Dapat mempengaruhi pengembangan diri seseorang.<br />
7. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.<br />
8. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.</p>
<p>FUNGSI NILAI SOSIAL<br />
Menurut Drs. Suprapto, fungsi nilai sosial:<br />
1.Seperangkat alat untuk menetapkan “harga sosial” suatu kelompok<br />
2.Mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku<br />
3.Memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai peranannya<br />
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok<br />
5. Sebagai alat kontrol sosial</p>
<p>Macam-macam Nilai Sosial<br />
1. Nilai Etika<br />
Etika adalah tentang nilai baik dan buruk yang terkait dengan perilaku seseorang dalam kehidupan bersama.<br />
2. Nilai Moral<br />
Merupakan nilai yang berhubungan dengan jiwa/hati/ perasaan seseorang dalam melakukan tindakan.<br />
3. Nilai Agama<br />
Tindakan-tindakan sosial yang berkaitan dengan tuntunan agama.<br />
4. Nilai Hukum<br />
Nilai hukum terkait dengan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Nilai Sosial menurut Prof. Notonegoro:</p>
<p>Klasifikasi nilai berdasarkan cirinya<br />
1. Nilai Dominan<br />
Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya.<br />
Contoh :<br />
Seorang pelajar akan berangkat ke sekolah, melihat temannya kecelakaan, dia memilih menolong temannya dan membawa ke rumah sakit</p>
<p>Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut.<br />
Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contoh, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum, dan sosial<br />
Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat.<br />
Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh, orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.<br />
Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.</p>
<p>2. Nilai yang mendarah daging (internalized value)<br />
Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan, sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar).</p>
<p>Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah</p>
<p>Contoh nilai yang mendarah daging:<br />
- seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab<br />
- guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=93&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/10/24/nilai-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGENDALIAN SOSIAL</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/15/pengendalian-sosial/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/15/pengendalian-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 03:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[A. Arti Definisi / Pengertian Pengendalian Sosial Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang / membangkang. Cakupan Pengendalian sosial: Berdasarkan pelakunya, tahap pendekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=86&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>A. Arti Definisi / Pengertian Pengendalian Sosial</p>
<p>Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah  penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk  berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku.  Dengan  adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota  masyarakat yang berperilaku menyimpang / membangkang.</p>
<p>Cakupan Pengendalian sosial:</p>
<p>Berdasarkan pelakunya, tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan, menjadi berikut ini.<br />
a.  Pengendalian kelompok terhadap kelompok; misalnya anggota Kepolisian  Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban  masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan.</p>
<p>b. Pengendalian kelompok  terhadap anggotanya; misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan  dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu.</p>
<p>c.  Pengendalian individu terhadap individu lain; misalnya seorang ayah yang  mendidik dan merawat anaknya, atau seorang kakak yang menjaga adiknya.</p>
<p>d. Pengendalian individu terhadap kelompok: misalnya seorang guru yang sedang mengawasi para siswa yang sedang ulangan.</p>
<p>B. Sifat Pengendalian Sosial</p>
<div>Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarkat mematuhi  norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial.  Untuk maksud tersebut, dikenal beberapa sifat pengendalian.<br />
a.  Pengendalian preventif: merupakan kontrol sosial yang dilakukan  sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau  usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan  nilai. Jadi, usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan  sebelum terjadi penyimpangan.<br />
b.  Pengendalian represif; kontrol sosial yang dilakukan setelah  terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa  berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan  atau membebankan, sanksi”. Pengendalian ini berfungsi untuk  mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma  atau perilaku meyimpang. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula,  perlu diadakan pemulihan. Jadi, pengendalian disini bertujuan untuk  menyadarkan pihak yang  berperilaku menyimpang tentang akibat dari  penyimpangan tersebut, sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial.</div>
<p>c.  Pengendalian sosial gabungan: merupakan usaha yang bertujuan untuk  mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan  penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif).  Usaha pengendalian dengan memadukan ciri preventif dan represif ini  dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma  dan kalaupun terjadi penyimpangan itu tidak sampai merugikan yang  bersangkutan maupun orang lain.C. Cara Pengendalian Sosial</p>
<p>Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sosial masyarakat :</p>
</div>
<div>a.	Pengendalian tanpa kekerasan (persuasif); bisasanya dilakukan terhadap  yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. Sebagian besar nilai dan  norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat.</div>
<div>Ada 2 macam pengendalian sosial secara persuasif:</div>
<p>1). Pengendalian Lisan<br />
Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan guna   mengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yang berlaku.</p>
<p>2). Pengendalian Simbolik<br />
Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan dengan   melalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain.  Contoh : Spanduk,   poster, Rambu Lalu Lintas, dll.</p>
<div>b.	Pengendalian dengan kekerasan (koersif) ;</div>
<p>Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yang   dilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidak berani   melakukan kesalahan yang sama.  Contoh seperti main hakim sendiri.</p>
<div>Cara ini biasanya dilakukan bagi  masyarakat yang kurang tenteram, misalnya GPK (Gerakan Pengacau  Keamanan).<br />
Jenis pengendalian dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni kompulsi dan pervasi.<br />
1)  Kompulsi (compulsion) ialah pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh  tehadap norma-norma sosial yang berlaku.<br />
2)  Pervasi ( pervasion ) ialah penanaman norma-norma yang ada secara  berulang -ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam  kesadaran seseorang. Dengan demikian, orang tadi akan mengubah sikapnya.  Misalnya, bimbingan yang dilakukan terus menerus.</div>
<div>
<p>D. Bentuk pengendalian Sosial</p>
<p>Pengendalian sosial dapat dilaksanakan melalui :<br />
1.   Sosialisasi<br />
Sosialisasi dilakukan agar anggota masyarkat bertingkah laku seperti  yang diharapkan tanpa paksaan. Usaha penanaman pengertian tentang nilai  dan norma kepada anggota masyarakat diberikan melakui jalur formal dan  informal secara rutin.</p>
</div>
<div>2.	Tekanan Sosial<br />
Tekanan sosial perlu dilakukan agar masyarakat sadar dan mau  menyesuaikan diri dengan aturan kelompok. Masyarakat dapat memberi  sanksi kepada orang yang melanggar aturan kelompok tersebut.<br />
Pengendalian sosial pada kelompok primer (kelompok masyarkat kecil yang  sifatnya akrab dan informal seperti keluarga, kelompok bermain, klik )  biasanya bersifat informal, spontan, dan tidak direncanakan, biasanya  berupa ejekan, menertawakan, pergunjingan (gosip) dan pengasingan.<br />
Pengendalian sosial yang diberikan kepada kelompok sekunder (kelompok  masyarkat yang lebih besar yang tidak bersifat pribadi (impersonal) dan  mempunyai tujuan yang khusus seperti serikat buruh, perkumpulan seniman,  dan perkumpulan wartawan ) lebih bersifat formal. Alat pengendalian  sosial berupa peraturan resmi dan tata cara yang standar, kenaikan  pangkat, pemberian gelar, imbalan dan hadiah dan sanksi serta hukuman  formal.</div>
<div>3.	Kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum dan hukuman formal<br />
Kekuatan da kekuasaan akan dilakukan jika cara sosialisasi dan tekanan  sosial gagal. Keadaan itu terpaksa dipergunakan pada setiap masyarakat  untuk mengarahkan tingkah laku dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan  norma sosial.</div>
<div>E. Fungsi Pengendalian Sosial</div>
<div>Koentjaraningrat menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial, yaitu :</div>
<p>a.	Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma.<br />
b.	Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.<br />
c.	Mengembangkan rasa malu<br />
d.	Mengembangkan rasa takut<br />
e.	Menciptakan sistem hukum</p>
<p>G. Lembaga Pengendalian Sosial</p>
<p>Berikut ini lembaga-lembaga yang berfungsi dan berperan dalam proses pengendalian sosial, antara lain:</p>
<p>1. Lembaga kepolisian<br />
Lembaga ini terutama menangani penyimpangan terhadap aturan-aturan atau hukum tertulis, dengan cara menangkap, memeriksa/menyidik dan selanjutnya mengajukan pelaku penyimpangan ke pengadilan</p>
<p>2. Pengadilan<br />
Pengadilan memiliki fungsi membuat keputusan hukum terhadap warga masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Keputusan pengadilan di samping berdasarkan norma hukum, juga mempertimbangkan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan yang berlaku, hidup dan berkembang dalam masyarakat.</p>
<p>3. Adat istiadat<br />
Adat istiadat pada umumnya mengandung norma-norma yang bersumber pada ajaran-ajaran agama atau keyakinan masyarakat. Adat istiadat memiliki peran penting dalam pengendalian sosial karena dapat saja orang lebih menghormati dan taat kepada adat dari pada terhadap hukum tertulis. Namun, adat istiadat juga dapat melengkapi aturan-aturan hukum tertulis.</p>
<p>4. Tokoh masyarakat<br />
Tokoh masyarakat adalah individu-individu yang memiliki kemampuan, pengetahuan, perilaku, usia, atau kedudukan yang dipandang penting oleh anggota masyarakat. Peran tokoh masyarakat dalam pengendalian sosial antara lain: mendamaikan persilisihan, memberikan nasehat kepada warga yang telah/akan melakukan penyimpangan, dan sebagainya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=86&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/15/pengendalian-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JENIS- JENIS PERILAKU MENYIMPANG</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/02/perilaku-menyimpang-2/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/02/perilaku-menyimpang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 02:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[A. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation) 1. Menurut Robert M. Z. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. 2. Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=80&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation)</p>
<p>1. Menurut Robert M. Z. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.</p>
<p>2. Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi.</p>
<p>Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terus-menerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas, buang sampah sembarangan, dll. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok, menjambret, memakai narkoba, menjadi pelacur, dan lain-lain.</p>
<p>B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation)</p>
<p>Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.</p>
<p>Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku :<br />
1. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya.<br />
2. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru, kepala sekolah, ketua rt rw, pemuka agama, pemuka adat, dan lain sebagainya.<br />
3. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.<br />
4. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. ketidakamanan, ketidaknyamanan atau bahkan merugikan, menyakiti, dll.</p>
<p>Macam-macam bentuk penyimpangan individual :<br />
1. Penyalahgunaan Narkoba.<br />
2. Pelacuran.<br />
3. Penyimpangan seksual (homo, lesbian, biseksual, pedofil, sodomi, zina, seks bebas, transeksual).<br />
4. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan, pencurian, pembunuhan, pengrusakan, pemerkosaan, dan lain sebagainya).<br />
5. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb).</p>
<p>C. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation)</p>
<p>Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan, ketidakamanan, ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya.</p>
<p>Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok.</p>
<p>Bentuk penyimpangan kolektif :<br />
1. Tindak Kenakalan<br />
Suatu kelompok yang didominasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh, tidak berguna dan mengganggu. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan, mendirikan genk yang suka onar, mengoda dan mengganggu cewek yang melintas, corat-coret tembok orang dan lain sebagainya.<br />
2. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok<br />
Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6, tawuran penduduk berlan dan matraman, dan sebagainya.<br />
3. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan<br />
Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. Contoh : Perampok, perompak, bajing loncat, penjajah, grup koruptor, sindikat curanmor dan lain-lain.<br />
4. Penyimpangan Budaya<br />
Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian, syarat mas kawin yang tinggi, membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan, dsb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=80&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2011/03/02/perilaku-menyimpang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEFINISI SOSIOLOGI</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/12/16/definisi-sosiologi/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/12/16/definisi-sosiologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 06:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/2010/12/16/definisi-sosiologi/</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang pengertian sosiologi. berikut adalah definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli. * Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=77&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang pengertian sosiologi. berikut adalah definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.</p>
<p>    * Pitirim Sorokin</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.</p>
<p>    * Roucek dan Warren</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.</p>
<p>    * William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf</p>
<p>Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.</p>
<p>    * J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.</p>
<p>    * Max Weber</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.</p>
<p>    * Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.</p>
<p>    * Paul B. Horton</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.</p>
<p>    * Soejono Sukamto</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.</p>
<p>    * William Kornblum</p>
<p>Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.</p>
<p>    * Allan Jhonson</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.</p>
<p>Boleh disimpulkan bahawa:</p>
<p>Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=77&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/12/16/definisi-sosiologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STATUS SOSIAL</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/08/16/status-sosial/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/08/16/status-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 23:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Status Sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang di dalam kelompok sosial. A. Cara memperoleh status 1. Ascribed Status Ascribed status adalah status yang diperoleh seseorang sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya. Orang yang memiliki status ini tidak dapat berpindah ke status yang lain. 2. Achieved Status Achieved [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=74&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Status Sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang di dalam kelompok sosial.</p>
<p>A. Cara memperoleh status</p>
<p>1. Ascribed Status<br />
Ascribed status adalah status yang diperoleh seseorang sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya. Orang yang memiliki status ini tidak dapat berpindah ke status yang lain.</p>
<p>2. Achieved Status<br />
Achieved status adalah status sosial yang diperoleh sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, kedudukan di perusahaan atau pemerintahan, dll.</p>
<p>3. Assigned Status<br />
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya. Gelar pahlawan juga merupakan status yang diperoleh karena penghargaan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=74&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/08/16/status-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRIMORDIALISME DAN ETNOSENTRISME</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/04/03/primordialisme-dan-etnosentrisme/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/04/03/primordialisme-dan-etnosentrisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 07:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Secara sederhana, primordialisme itu sering disebut sebagai kesetiaan atau loyalitas yang telah disosialisasikan sejak kecil, misalnya karena besar di lingkungan Jawa, sampai sekarang bahasa Jawa saya tidah hilang. Sedangkan etnosentrisme merupakan upaya  mengukur kelompok lain dengan tolok ukur budaya sendiri, misalnya saya anggap budaya lain lebih rendah dari budaya saya. Dalam masyarakat plural, kedua hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=66&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara sederhana, primordialisme itu sering disebut sebagai kesetiaan atau loyalitas yang telah disosialisasikan sejak kecil, misalnya karena besar di lingkungan Jawa, sampai sekarang bahasa Jawa saya tidah hilang.  Sedangkan etnosentrisme merupakan upaya  mengukur kelompok lain dengan tolok ukur budaya sendiri, misalnya saya anggap budaya lain lebih rendah dari budaya saya.</p>
<p><span id="more-66"></span>Dalam masyarakat plural, kedua hal tersebut bisa mendorong terjadinya konflik, baik disengaja atau tidak&#8230;  yang diharapkan dalam kelompok masyarakat plural adalah mencari titik kesamaan yang bisa menjalin kerukunan (ini disebut interseksi, dalam sosiologi) &#8230;. kalau tidak&#8230;. vested interest (keinginan yang tertanam kuat pada sekelompok orang tertentu, biasanya elite) atau konflik laten bermunculan. Konflik, meski terpendam, ditambahlagi kalau muncul stereotip dari suatu kelompok pada kelompok tertentu&#8230; Nah, karena kita berasal dari latar belakang yang bermacam2&#8230; maka perlu ada pihak yang mampu mengakomodasi perbedaan ini.</p>
<p>Akomodasi sendiri memiliki pengertian upaya untuk mencapai kestabilan agar tidak terjadi konflik&#8230; perlu diingat juga: masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang rawan konflik. Hal itu karena terdapat banyak perbedaan horizontal dalam masyarakat, atau sering disebut diferensiasi.</p>
<p>Diferensiasi tidak bisa dihapuskan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk memperkaya budaya masyarakat kita&#8230; itu yang mendorong terjadinya integrasi&#8230;. yaitu proses penyesuaian unsur-unsur budaya yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi fungsinya. Dengan perbedaan yang ada, seharusnya tidak dipermasalahkan, malah bisa menunjukkan kedewasaan dan kemampuan masyarakat kita untuk saling menerima dan bekerja sama sekali pun memiliki perbedaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=66&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/04/03/primordialisme-dan-etnosentrisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Jalanan</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/20/lelaki-jalanan/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/20/lelaki-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 01:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Akulah lelaki yang lahir dari rahim jalanan Ayahku emha thamrin dan ibuku fatmawati Badanku hitam legam berbalut debu Rambutku kaku, selalu bertelanjang dada, dan cawatku merah putih dari sobekan kain spanduk&#8230;. Banyak yang mengira aku gila lantaran politik Terobsesi jadi ketua partai, memimpin puluha&#8230;n ormas, jadi anggota dewan dan terpandang sebagai tokoh politik? Bah&#8230;!!! Apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=59&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Akulah lelaki yang lahir dari rahim jalanan<br />
Ayahku emha thamrin dan ibuku fatmawati<br />
Badanku hitam legam berbalut debu<br />
Rambutku kaku, selalu bertelanjang dada,<br />
dan cawatku merah putih dari sobekan kain spanduk&#8230;.<br />
<span id="more-59"></span><br />
Banyak yang mengira aku gila lantaran politik<br />
Terobsesi jadi ketua partai, memimpin puluha&#8230;n ormas,<br />
jadi anggota dewan dan terpandang sebagai tokoh politik?<br />
Bah&#8230;!!! Apa ada yang lebih gila dari politik, saudaraku?<br />
Bersumpah mengurus negara sambil menguras negara<br />
Berjanji membasmi korupsi sambil ikut mencuri<br />
Mengayomi rakyat sambil mengunyah rakyat</p>
<p>Sebagai lelaki yang seharihari hidup di jalanan<br />
aku memang pernah tergoda ikutikutan berpolitik<br />
Sesekali ikut rombongan kampanye atau demonstrasi,<br />
mengusung poster sambil melempari mobil pejabat.<br />
Membakar ban bekas sambil menyumpah serapah,<br />
semua kulakukan  untuk alasan yang waras:<br />
sebungkus nasi dan segelas air putih&#8230;.</p>
<p>Waras saudaraku, siapa yang lebih waras dari golongan kami<br />
Masyarakat terpelajar? Pejabat? Pegawai negeri? Kaum santri?<br />
Berteriak menentang pornografi sambil menghamili jamaah sendiri,<br />
yang mengharamkan setiap uang receh yang diulurkan pada kami,<br />
yang menggusur pedagang kakilima dan rumahrumah kumuh,<br />
menyingkirkan gelandangan karena dianggap merusak pemandangan<br />
Tolong katakan mana yang lebih waras saudaraku&#8230; .</p>
<p>Akulah lelaki yang lahir dan besar di jalanan<br />
Aspal panas adalah susuku dan gas knalpot adalah nafasku<br />
Aku tidur di tiap kantuk dan kencing di tiap sudut<br />
itu penting untuk menandai daerah kekuasaanku<br />
Biar pada tahu di sini akulah penguasa satusatunya,<br />
penguasa atas diriku sendiri, atas pikiranku sendiri,<br />
atas republikku sendiri, atas protesprotesku sendiri&#8230;.</p>
<p>Aku tumbuh jadi remaja yang ditempa hukum jalanan<br />
Jenderal sudirman itu omku, gatot subroto iparku,<br />
imam bonjol, panglima polim, diponegoro itu sohibsohibku<br />
sedang kartini dan cut mutiah itu pacarpacarku.<br />
Itulah yang berulang kali aku katakan jika ada polisi<br />
atau satpol pp yang menangkapku.<br />
Biasanya mereka tersenyum minta maaf lalu melepasku.</p>
<p>Malamnya aku sudah kembali berdiri di atas jembatan semanggi<br />
mengawasi setiap sudut habitat kekuasaanku dengan mata awas<br />
Mengabsensi perempuanperempanku , anakanakku, keturunanku<br />
Kalian boleh tertawa dengan perut buncit kekenyangan,<br />
tidur di kasurkasur empuk dan ruangan ber-ac,<br />
puas dengan gaji besar, jual beli kekuasaan, berkoalisi untuk korupsi,<br />
dan terus menikmati fasilitas serba mewah yang disediakan negara.<br />
Jangan lupa tuan&#8230;.<br />
Kemiskinan yang kalian ciptakan telah membuat kaumku membiak dengan cepat<br />
Kami bersanggama di tempattempat pembuangan sampah, taman-taman kota,<br />
goronggorong,  patungpatung pahlawan, dan di balik pilarpilar jalan layang.<br />
Kalian telah membuat kami menyatu dengan sampah dan daundaun kering,<br />
yang siap terbakar kapan saja&#8230;.</p>
<p>Kini kami ada di manamana<br />
sebut saja jalan apa kota apa<br />
aku ada di sana<br />
akulah putra jalanan<br />
putra indonesia&#8230; .</p>
<p>jim b aditya<br />
100219<a rel="nofollow"><span style="color:#3b5998;font-size:x-small;"><br />
</span></a></p>
</div>
<p>Hartati Nurwijaya in Megara Greece<br />
http://bahaya- alkohol.blogspot .com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=59&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/20/lelaki-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DAN LATAR BELAKANG REMAJA DENGAN PERILAKU SOSIAL REMAJA</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/01/53/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/01/53/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DAN LATAR BELAKANG REMAJA DENGAN PERILAKU SOSIAL REMAJA 1. Pendahuluan Remaja merupakan kelompok yang ‘serba tanggung’. Istilah tersebut muncul karena mereka berada di antara batas usia anak – anak dan dewasa. Masa remaja ini bersifat sementara, sehingga mereka mencari identitasnya. Di kalangan anak –anak, kaum remaja ini dianggap dewasa, sedangkan orang dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=53&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DAN LATAR BELAKANG REMAJA DENGAN PERILAKU SOSIAL REMAJA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Pendahuluan</strong></li>
</ol>
<p>Remaja merupakan kelompok yang ‘serba tanggung’. Istilah tersebut muncul karena mereka berada di antara batas usia anak – anak dan dewasa. Masa remaja ini bersifat sementara, sehingga mereka mencari identitasnya. Di kalangan anak –anak, kaum remaja ini dianggap dewasa, sedangkan orang dewasa menganggap mereka masih kecil. Untuk memperoleh identitasnya, tak jarang mereka menciptakan berbagai saluran rasa ketegangan (Soekanto, 2004 : 53). Saluran ketegangan itu antara lain membunyikan radio keras – keras, tertawa terbahak – bahak terhadap lelucon ‘konyol’, begadang, bahkan mengendarai sepeda motor dengan melanggar lalu lintas.<span id="more-53"></span></p>
<p>Di lingkungan sekolah, remaja sebagai siswa yang melanggar tata tertib sekolah sering dianggap sebagai siswa populer. Sedangkan siswa yang berusaha mematuhi tata tertib sekolah justru tidak populer dan kurang banyak memiliki teman. Pandangan tersebut membuat setiap siswa dalam suatu sekolah memiliki perilaku yang berbeda. Perilaku tersebut akan tampak saat mereka berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Dalam berinteraksi, terjadi proses saling mempengaruhi. Baik buruknya unsur–unsur yang mempengaruhi tergantung pada pola sosialisasi yang dialami siswa. Oleh karena itu lingkungan tempat siswa bersosialisasi memiliki peran dalam menentukan perilaku siswa. Salah satu lingkungan yang merupakan media sosialisasi primer tersebut adalah keluarga.</p>
<p>Masing – masing siswa memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Perbedaan lingkungan keluarga dan pola pengasuhan inilah yang memberikan hasil perilaku siswa yang berbeda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Pola Pengasuhan</strong></li>
</ol>
<p>Di dalam kehidupan masyarakat, keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peranan besar bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Keluarga (terutama keluarga batih) memiliki fungsi penting yang berkaitan dengan peranya sebagai media sosialisasi. Menurut Soerjono Soekanto (2004 : 40), sosialisasi bertujuan untuk mendidik warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang dianut. Proses mengetahui kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang dianut inilah untuk pertama kali diperoleh dalam keluarga. Perilaku yang benar dan tidak menyimpang untuk pertama kalinya juga dipelajari dari keluarga.</p>
<p>Pendidikan keluarga memiliki peranan yang penting. Hal ini karena pendidikan merupakan sarana untuk menghasilkan warga masyarakat yang baik. Jika kehidupan keluarga kurang serasi, kemungkinan besar salah satu dari anggota keluarga tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.</p>
<p>Erikson dalam G. Tembong Prasetyo (2003 : 24) menyebutkan bahwa pola pengasuhan di awal kehidupan seseorang akan melandasi kepribadian yang akan terus berkembang pada fase-fase berikutnya. Maka perilaku dan perangai seseorang pada masa dewasa sangat mungkin diwarnai oleh kondisi pada masa kanak-kanaknya.</p>
<p>Ada empat kategori pola pengasuhan yang dikemukakan oleh G. Tembong Prasetyo (2003 : 27). Kategori tersebut antara lain :</p>
<ul>
<li><em>Pola Pengasuhan Autoritatif</em></li>
</ul>
<p>Pola pengasuhan ini pada umumnya diterapkan oleh orang tua dengan lebih memprioritaskan kepentingan anak dibandingkan dengan kepentingan mereka, tetapi mereka mengendalikan anak. Jika anak berperilaku buruk akan ditegur. Mereka mengarahkan perilaku anak sesuai dengan kebutuhan anak agar memiliki sikap, pengetahuan dan ketrampilan – ketrampilan yang mendasari anak untuk menghadapi masa depan. Langkah awal yang dilakukan orang tua adalah membimbing anak secara bertahap agar anak dapat mandiri.</p>
<ul>
<li><em>Pola Pengasuhan Otoriter</em></li>
</ul>
<p>Pola pengasuhan otoriter diterapkan orang tua dengan mengendalikan anak karena kepentingan orang tua untuk kemudahan pengasuhan. Anak dinilai dan dituntut untuk mematuhi standar mutlak yang ditentukan oleh orang tua, menekankan kepatuhan dan rasa hormat atau sopan santun, sedangkan orang tua tidak pernah berbuat salah. Kebanyakan anak dari pola pengasuhan ini melakukan tugas-tugasnya karena takut memperoleh hukuman.</p>
<ul>
<li><em>Pola Pengasuhan Penyabar atau Pemanja</em></li>
</ul>
<p>Kebalikan dari pola pengasuhan otoriter, pola pengasuhan ini berpusat pada kepentingan anak. Orang tua tidak mengendalikan perilaku anak sesuai dengan kebutuhan perkembangan pribadi anak. Orang tua tidak pernah menegur perilaku anak yang berada di luar batas kewajaran.</p>
<ul>
<li><em>Pola Pengasuhan Penelantar</em></li>
</ul>
<p>Dalam pola pengasuhan ini bukan berarti anak ditelantarkan secara fisik, namun berkaitan dengan psikis. Orang tua tidak mempedulikan perkembangan psikis anak. Mereka dibiarkan berkembang sendiri, karena orang tua lebih memprioritaskan kepentingannya sendiri daripada kepentingan anak. Orang tua terlalu sibuk dengan kegiatan mereka sendiri, sehingga tidak tahu apa saja yang dilakukan anaknya dan di mana anaknya berada.</p>
<p>Dari keempat pola pengasuhan ini, pola pengasuhan yang paling efektif adalah <em>pola pengasuhan autoritatif</em>, karena anak dengan pola pengasuhan autoritatif ini cenderung lebih mandiri, tegas terhadap diri sendiri, memiliki kemampuan introspeksi dang mengendalikan diri, bisa bekerja sama dengan orang lain dan ramah serta mudah bergaul.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Latar Belakang Siswa</strong></li>
</ol>
<p>Perkembangan sosial pada masa bayi memegang peranan penting untuk menentukan hubungan sosialnya pada masa mendatang serta pola perilaku pada orang lain. Rumah merupakan pusat tempat bayi dibesarkan dan untuk itu pulalah fondasi hubungan sosial tersebut terbentuk (Hawadi, 2001 : 19). Maka tak bisa dipungkiri setiap anak harus melalui fase awal dalam pembentukan fondasi hubungan sosial.</p>
<p>Setiap individu menanggapi atau merespon pengalaman lingkungan yang sama dengan cara yang berbeda – beda. Aksi dan reaksi antara anak dengan lingkungan ini yang membentuk dasar – dasar kepribadian anak dalam relasi personal dan interpersonal, bahkan interaksi sosial ( Prasetyo, 2003 : 44).</p>
<p>Berkaitan dengan pendapat di atas, maka salah satu faktor pembentukan kepribadian yang kemudian terwujud dalam perilaku seseorang adalah lingkungan. Lingkungan yang paling primer tempat anak bersosialisasi adalah lingkungan keluarga. Sebagai peletak dasar – dasar sosialisasi, keluarga diharapkan menanamkan norma dan nilai sosial. Tokoh yang selalu dapat dijadikan panutan atau yang mempengaruhi perilaku anak adalah orang tua.</p>
<p>Orang tua, saudara – saudara  maupun kerabat terdekat biasanya mencurahkan perhatian mereka untuk mendidik anak, agar anak tersebut memperoleh dasar – dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik, melalui penanaman disiplin dan kebebasan serta keharmonisan hubungan antarindividu atau kelompok. Pada saat ini keluarga pada umumnya melakukan sosialisasi dengan luwes dan penuh kasih sayang. Hasil dari proses sosialisasi ini akan menghasilkan perilaku sesuai pola yang telah ditanamkan sejak kanak – kanak.</p>
<p>Perilaku anak merupakan produk lingkungannya yang merupakan media sosialisasi baginya, seperti keluarga, lingkungan masyarakat, tayangan film dan televisi atau media massa lainnya. Namun, menurut G. Tembong Prasetyo (2003 : 61) bila diamati secara lebih jujur, tampak bahwa orang tua atau lingkungan primer yang paling berpengaruh dan bertanggung jawab terhadap perilaku anak. Anak yang berperilaku agresif misalnya, bukan hanya karena didorong oleh tontonan yang ditayangkan di televisi. Hanya anak yang memiliki potensi dan berada di lingkungan primer yang agresif yang lebih menonjol perilaku agresifnya. Benih agresif yang ditanam di lingkungan primer disiram dan dipupuk oleh lingkungan sekundernya.</p>
<p>Ada sejumlah faktor dari dalam keluarga yang sangat dibutuhkan oleh anak dalam proses perkembangan sosialnya, yaitu kebutuhan akan rasa aman, dihargai, disayangi, diterima dan kebebasan untuk menyatakan diri. Pemenuhan kebutuhan tersebut diperoleh anak dari dalam keluarga yang memiliki iklim keluarga yang kondusif yang dapat mendukung perkembangan kepribadian anak.</p>
<p>Iklim kehidupan keluarga memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan hubungan sosial remaja, karena sebagian besar hidupnya ada di dalam keluarga. Situasi interaksi antaranggota keluarga, perlakuan anggota keluarga terhadap remajanya, serta unsur kepemimpinan dan keteladanan kepala keluarga memiliki pengaruh kuat terhadap kondisi psikis remaja.</p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong>Perilaku Sosial </strong><strong>Remaja</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Remaja sebagai sekelompok individu yang berada pada masa transisi antara masa anak – anak dan dewasa sedang mencoba mencari jati diri. Menurut Frederic Luskin (2004 : 13), proses mencari jati diri ini sangat sulit, tetapi mereka terus berjuang antar kemandirian dan ketergantungan hidup. Di satu sisi mereka berusaha bersikap dewasa dan mandiri seperti yang telah disiapkan orang tua mereka. Di sisi lain mereka masih memiliki ketergantungan pada orang tua atau pada orang dewasa lainnya.</p>
<p>Remaja memiliki kecenderungan mencoba-coba hal-hal baru dalam hal ide-ide, model rambut dan pakaian untuk menunjukkan siapa diri mereka (Luskin, 2004 : 16). Oleh karena itu tak jarang banyak ditemui remaja dengan cara berpakaian yang bagi orang dewasa dianggap ‘aneh’.</p>
<p>Soerjono Soekanto (2004 : 52) menambahkan sebagai kelompok yang belum mantap identitasnya, remaja memerlukan bimbingan untuk mencapai cita – cita. Hal ini karena dalam mencapai cita – cita ini kadang remaja melakukan hal – hal yang dianggap ‘aneh’ oleh orang dewasa, antara lain :</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Kalangan       remaja berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan situasi dengan cara       mereka sendiri.</li>
<li>Tingkah       laku atau sikap yang diakui dan dihargai oleh teman – temannya (kelompok       sepermainan) dianggap sebagai suatu pengakuan terhadap superioritas.       Pengakuan terhadap eksistensi ini sangat dipentingkan oleh remaja.</li>
<li>Menciptakan       berbagai saluran ketegangan, antara lain bergadang dengan teman – teman,       mengemudikan kendaraan bermotor dengan melanggar aturan lalu lintas,       melanggar tata tertib sekolah dan sebagainya.</li>
<li>Mencoba       membuat ciri identitas sendiri, misalnya mengembangkan bahasa khusus yang       sulit dimengerti oleh kalangan yang bukan remaja. Kadang mereka juga       menciptakan kebudayaan khusus melalui pola perilaku tertentu yang berbeda       dengan orang dewasa.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dalam pergaulannya, siswa yang masuk ke dalam kategori remaja tersebut berusaha menunjukkan eksistensinya dengan berbagai cara. Jika seorang remaja mampu berprestasi di dalam kelas, ia akan berusaha mempertahankan dan bahkan berusaha meningkatkan prestasi tersebut. Ada beberapa faktor yang mendorong mereka berperilaku seperti ini, antara lain kompetisi dengan teman atau dengan pesaing, menundukkan pesaingnya sehingga mendapatkan pengakuan, serta karena dorongan dari orang tua dan guru untuk dapat meraih prestasi. Jika akhirnya prestasi akademik siswa tersebut menurun, penyebabnya antara lain tekanan psikis ( baik di lingkungan sekolah atau lingkungan rumah ), penyakit yang diderita, serta ketidakmampuan siswa mengatur waktu belajar.</p>
<p>Siswa yang tidak mampu bersaing dalam bidang akademik, mereka cenderung mengasah kemampuan yang mengarah pada ketrampilan, misalnya di bidang olah raga, musik dan bidang seni yang lain. Di samping itu ada juga siswa yang menunjukkan eksistensinya dengan berperilaku negatif, misalnya membuat keributan, mengendarai kendaraan bermotor di jalan melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan, merusak, bahkan bisa terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat – obatan terlarang, mengonsumsi minuman beralkohol, serta memasuki dunia gemerlap. Sehingga upaya untuk meningkatkan prestasi akademis hampir tidak ada sama sekali.</p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong>Kaitan Pola Pengasuhan dengan Perilaku Sosial Siswa </strong></li>
</ol>
<p>Melihat beberapa pola pengasuhan di atas, maka terdapat berbagai macam perilaku anak, terutama anak yang sudah menginjak remaja. Hal ini tercermin dari kepribadian masing – masing remaja dalam berperilaku dan memecahkan masalah.</p>
<p>Seseorang mulai belajar untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan nilai, norma dan unsur – unsur budaya yang ada berawal dari keluarga. Pada keluarga yang normal, orang tua memiliki peran yang sangat penting di dalam proses sosialisasi anak. Pola pengasuhan orang tua menentukan seberapa besar daya serap anak menerima pewarisan unsur – unsur budaya tersebut. Pada keluarga yang orang tuanya meletakkan prioritas kepentingannya sendiri dibandingkan dengan kepentingan perkembangan kepribadian anak sering tidak mau repot melayani kebutuhan – kebutuhan anak. Anak akan merasa dituntut untuk memenuhi kewajibannya tanpa mendapatkan hak yang paling asasi, yaitu perhatian dan kasih sayang. Hal seperti ini akan menciptakan perilaku anak yang pemberontak, atau cenderung menutup diri terhadap orang lain.</p>
<p>Orang tua yang mengutamakan kepentingan perkembangan anak responsif terhadap kebutuhan anak demi perkembangan anak untuk menjalani kehidupan pada fase – fase berikutnya. Anak akan merasa dihargai dan dapat lebih cepat mandiri. Anak yang dibesarkan dalam kondisi seperti ini dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, berani mengambil keputusan dan mampu menerima pendapat orang lain dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan – perbedaan yang muncul dalam hidup pergaulannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<p>Hawadi, Reni Akbar. <em>Psikologi Perkembangan Anak. </em>2001. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia</p>
<p>Luskin, Frederic. <em>Kiat Menjadi Remaja Sukses.</em> 2004. Yogyakarta : Saujana</p>
<p>Prasetya, G. Tembong. <em>Pola Pengasuhan Ideal.</em> 2003. Jakarta : P.T. Elex Media  Komputindo</p>
<p>Soekanto, Soerjono. <em>Sosiologi Keluarga. </em>2004. Jakarta : P.T. Rineka Cipta</p>
<p>Wahyuning, Wiwit, Jash dan Metta Rachmadiana, <em>Mengkomunikasikan Moral Kepada Anak. </em>2003. Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=53&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2010/02/01/53/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prediksi UAN 2009</title>
		<link>http://yustinasusi.wordpress.com/2009/03/23/prediksi-uan-2009/</link>
		<comments>http://yustinasusi.wordpress.com/2009/03/23/prediksi-uan-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 03:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yustinasusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yustinasusi.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal UAN 2009 sudah semakin dekat, yaitu tanggal 20 April untuk jenjang SMA dan 27 April untuk jenjang SMP. Anda adalah orang-orang hebat, maka saya sangat yakin kalau anda sudah mempersiapkan UAN ini dengan sebaik mungkin. Sebagai tambahan referensi belajar anda silahkan mengunjungi situs http://www.banksoal.sebarin.com SEMOGA ANDA LULUS 100 %. AMIN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=45&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal UAN 2009 sudah semakin dekat, yaitu tanggal 20 April untuk jenjang SMA dan 27 April untuk jenjang SMP. Anda adalah orang-orang hebat, maka saya sangat yakin kalau anda sudah mempersiapkan UAN ini dengan sebaik mungkin. Sebagai tambahan referensi belajar anda silahkan mengunjungi situs <a href="http://www.banksoal.sebarin.com/" target="_blank">http://www.banksoal.sebarin.com</a> SEMOGA ANDA LULUS 100 %. AMIN</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yustinasusi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yustinasusi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yustinasusi.wordpress.com&amp;blog=3185377&amp;post=45&amp;subd=yustinasusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yustinasusi.wordpress.com/2009/03/23/prediksi-uan-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f089553a0af8883c2d4558ec470464be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yustinasusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
